22 Replies to “E-Commerce Makin Moncer”

  1. Produk lokal 10% doang???

    Seharusnya ajak industri lokal untuk memasarkan produknya di marketplace seperti: Umkm, kerajinan, dll.

    Sekaligus bangun pabrik2 besar diluar jawa supaya lebih merata jangan cuma terpusat di jawa, seperti: Bandung, jakarta & Solo dalam produk fashion.

    Apabila marketplace asli indo ingin mendunia, bantu ceo nya promosi ke luar negeri supaya mengalahkan alibaba express & amazone.

  2. Belum seluruh kota di Indonesia melek teknologi, bayangkan 34 kota di Indonesia penetrasi internetnya seperti Jakarta tentu akan mengagumkan.

  3. yg bergantung online waspada its only come n go, tetap hrs pny konven buat pegangan, tp jg hrs mengikuti perkembangan zaman

  4. Benar banget tuh infrastruktur. Jne langganan gua pernah cerita kalau anter paket yang infrastruktur ga ada susah bgt / lama bgt. Nyari jalur muter + bensin beli lagi.

  5. Belanja online enak sih, kadang mau nyari barang di daerah sendiri bingung yang jual dimana. Jadi beli online aja.

    Terus kalau beli hp online itu harganya bisa beda 300-400 karena tidak ada biaya tambahan misal biaya gaji, listrik dll. + kalau beli online ada cashback 100ribu. Mayan kan 100ribu buat beli case hp atau Charger

  6. Seperti ada beberapa kali kakaknya ngomong beda tp angka yg tertulis beda di layar.. waktu beliau bilang 2030, malah nulis 2035. 😂 Kayaknya kurang akuuu*

  7. gmna gk ya gua aja,misalnya mau beli jaket ,gua liat dlu di online,mayanlah misalnya kita beli offline dapat 1,kalau online bisa dpat 2, cuma nunggu beberapa hari,kecuali urgent langsung beli ketoko

  8. Pemerintah punya kesempatan buat berbisnis di logistik malah ga becus. Cuma mau nyari pajak doang.

    Ntar ujungnya logistik dikuasai perusahaan asing jg.

  9. Anjay Indonesia pertumbuhan e-commerce tertinggi di Asia,lah terus China, India. And btw siapa yang nomor 1🤣

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *